EDI

edi2Ada yang bilang episode-episode kehidupan yang dijalani seseorang mirip dengan potongan puzzle yang berserakan tampak tidak rapi dan tidak nyaman dipandang namun setelah disusun satu per satu potongan-potongan itu mulai menampakan bentuk yang diharapkan  walau kadang dalam menyusunnya kita harus mencari-cari dahulu dan bahkan kadang mengalami kecelakaan, misalnya bak puzzle tersebut kena senggolan tangan hingga apa yang telah kita susun tumpah dan menjadi potongan tak beraturan lagi. Namun dengan bekal ketekunan  akhirnya tampaklah sebuah karya indah yang bisa dinikmati.

Nah apa bisa ya mengibaratkan cerita hidup alumni yang satu ini seperti potongan puzzle tersebut….??

Berikut cerita dari kang Edi…

edie

Saya alumni Bina Siswa SMA Plus Cisarua angkatan VII…..awal cerita dimulai sejak saya lulus dari SMA Negeri 1 Cisarua yang berati dia juga mesti meninggalkan asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua. Bingung mesti ngapain…ga mungkin juga pulang ke desa (Indramayu) karena malah bisa merepotkan orang tua, yang terpikirkan kemudian adalah bagaimana bisa hidup mandiri setelah tidak mendapatkan bantuan Yayasan Darmaloka dan juga orang tua.

Keinginan kuliah sangat tinggi namun biaya tidak ada, untuk kuliah dengan beasiswa rasanya sedikit pesimis karena masih banyak teman-teman yang jauh lebih berprestasi peluangnya sangat kecil, akhirnya memutuskan untuk langsung bekerja saja.

Alhamdulillah dengan bekal pelajaran KBM Plus Komputer di Bina Siswa SMA Plus saya diterima menjadi teknisi/operator komputer di daerah Cimahi.

Bekerja di tempat itu tidak sampai satu tahun, saya berusaha mencari tempat kerja yang lebih sesuai dengan harapan. Namun akhirnya saya sempat terlunta-lunta di kota Bandung selama 3 bulan..numpang tinggal di rumah teman sampai tidur di pingir jalan pernah  saya alami. Untuk bisa makan pernah mencoba jadi pedagang asongan di bus kota Bandung dan terminal-terminal.

Sering saya rasakan keinginan untuk pulang ke rumah orang tua namun tidak punya uang untuk ongkos kesana. Namun alhamdulillah ketika bulan puasa datang rezeki juga datang akhirnya bisa pulang juga.

Tidak lama tinggal di rumah langsung kembali ke Bandung untuk melanjutkan perjuangan dan ketemu  teman-teman alumni yang seangkatan  untuk tukar pikiran. Setelah itu saya kebingungan lagi karena ga punya tempat tinggal untungnya ketemu kang Zain Al Muttaqin alumni angkatan V yang lagi kuliah di UNPAD Jatinagor, beliau mengajak tinggal sementara sampai dapat pekerjaan.

Alhamdulillah belum genap  satu minggu di sana, berbekal ilmu komputer yang didapatkan selama di asrama tentunya, saya langsung mendapatkan pekerjaan sebagai operator warnet. Nah selama di sana saya tidak tinggal diam, saya pikir inilah kesempatan untuk bisa mengembangkan ilmu komputer saya. Setelah 6 bulan kerja di warnet iseng-iseng mengajukan lamaran ke Family Education Center sebuah lembaga kursus komputer dan ternyata diterima jadi pengajar di sana.

Setelah itu timbul keberanian untuk membuka pelayanan service komputer dan mencoba memberikan layanan service ke warnet-warnet di Jatinangor termasuk instalasi jaringan dan lainnya.

Ternyata jadi penjaga warnet itu banyak memberikan tambahan ilmu komputer saya sampai saya bisa menguasai pemograman,  awalnya VisualBasic namun saat saya baca panduan HTML-Javascript pengarangnya menulis bahwa seorang programer harus bisa bahasa web server akhirnya saya lanjut mempelajari ASP, tapi semenjak windows banyak razia,  ASP makin kurang diminati dan dunia kerja juga kurang membutuhkan, akhirnya dengan menggunakan komputer teman, saya coba belajar Linux dan pemrograman PHP.

Selanjutnya saya mulai kerja jadi programmer di CV. Niftrasoft yang ada di Padasuka-Cicaheum. Project pertama yang saya kerjakan adalah membuat aplikasi isi pulsa handphone melalui web. Project tersbut sempat membuat saya stresss…karena ga tahu apa-apa tentang isi pulsa elektrik handphone. Saya tanya sana sini termasuk ke komunitas programmer ga dapat informasi apa-apa.

Akhirnya saya cari informasi via Google dan setelah hampir 2 minggu baru saya menemukan koding untuk isi plusa dari web  yang terhubung ke Telkomsel, Indosat dan lainnya…hingga software yang dibutuhkan selesai dikerjakan.

Ada sedikit ketidak cocokan saya dengan tempat kerja ini-berkaitan dengan hasil kerja saya, akhirnya saya langsung ambil tawaran kerja lain yang mengiming-imingi gaji 3 kali lebih besar dari gaji yang saya dapat.

Dikerjaan yang baru ini saya lebih sering mengerjakan program berbasis desktop (bukan web) nama perusahaannya Datasarana. Namun ternyata baru 7 bulan kerja disana, perusahaan terkena suatu masalah, saya akhirnya mengundurkan diri.

Saya sempat istirahat sekitar 1 bulan sebelum akhirnya mencoba buka usaha kerjasama dengan teman- salah satunya buka server pulsa elektrik, namun karena kurang pengalaman akhirnya usaha yang dikelola hampir rugi 10 jutaan.

Selanjutnya saya masukan lamaran ke Smart Consultan-Dago dan Solusi Pintar, dua-duanya diterima. Dengan mengatur waktu akhirnya saya bisa kerja di dua tempat tersebut, namun karena merasa cape akhirnya saya melepas kerjaan di Dago dan menetap di Solusi Pintar-Metro sebagai IT Consultant.

Alhamdulillah saya mulai menikmati pekerjaan ini. Salah satu project yang saya kerjakan baru-baru ini adalah website portal untuk salah satu dinas di departemen keuangan jakarta. Senangnya lagi di Depkeu tersebut saya bisa ketemu Tajudin, adik kelas saya alumni Bina Siswa SMA Plus, lulusan STAN asal Indramayu.

Ya.. cerita saya mungkin sampai sana dulu. Mudah-mudahan bisa jadi bahan pengalaman buat adik-adik di asrama. Kalian jangan berleha-leha di sana, giatlah belajar mengumpulkan bekal untuk menghadapi kehidupan sesungguhnya setelah kalian lulus dari SMAN 1 Cisarua dan harus meninggalkan asrama kita…. mudah-mudahan setelah lulus dari sana kalian bisa kuliah dan mendapat beasiswa seperti kebanykaan dari kakak-kakak kalian, namun jika tidak kalian siapkan mental, mungkin saja Allah memberikan jalan yang sedikit berliku.. namun yakinlah itu semua pastinya yang terbaik untuk kita.

Disamping kerja sekarang saya juga masih kuliah di Universitas Terbuka – jurusan Manajemen Ekonomi-semester 6.

Nah kalau ada yang mau kenal lebih jauh bisa kontak saya di

Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada pengurus dan pelaksana Bina Siswa SMA Plus Cisarua serta  kepada guru-guru di SMAN 1 Cisarua serta kepada teman teman seperjuangan Angkatan Tujuh alias “Rakyat Angkuh”.

Info 11/10/2010. Sekarang Kang Edi bekerja sebagai IT di Depdiknas pusat di jakarta.

 

 

 

 

Advertisements

ZAIN AL MUTTAQIN, S.IP.

Zain al-Muttaqin, S.IP., muslim yang baru memasuki usia kepala dua ini, lahir di Serang zain_al_muttaqinBanten tepat pada Ahad, tanggal 9 Desember. Pendidikan dasar hingga sekolah lanjutan tingkat pertama dijalaninya di tanah kelahiran. Lewat program Boarding School Propinsi Jawa Barat, Zain, panggilan akrabnya, menjadi duta Kab. Serang dan menikmati pendidikan yang mencerahkan di SMU PLUS milik PEMPROV Jawa Barat Cisarua Bandung (1999). Memilih program Bahasa di SMA, membuat penyenang tulisan Jalaluddin Rahmat, Eep S. Fatah, Goenawan Muhamad, Muthahhari, dan K. Amstrong ini berpikir “tersesat di jalan yang benar” dengan masuk Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD Jatinangor (2002).
Hobi pria pengemar masakan padang yang tidak suka pedas ini adalah belajar dalam arti luas, travelling dan berolahraga, khususnya bermain sepakbola. Hal pertama dan kedua banyak memahamkan makna hidup yang terasa makin tergerus akselerasi bisnis dan teknologi dalam paradigma materialisme. Sedang hobinya yang terakhir hanya sekedar untuk melepas penat, meski ganjarannya secara individual adalah penganugrahan top scorer PIALA DEKAN FISIP 2006 dan LIGA IP 2 tahun berturut-turut (2004-2006), mengantar IP juara PIALA DEKAN FISIP UNPAD 2 kali (musim 2005 dan 2007), selain mengantarkan FISIP menjadi Runner-Up PORMUP 2005.
Pernah menjadi Direktur Utama sebuah Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Diri yang didirikannya pada awal kuliah (2003) di Jatinangor, Zain lantas diamanahi sebagai Menteri Pendidikan dan Penalaran HIMA IP (2003-2004), hingga setahun kemudian didaulat menjadi Presiden HIMA IP (2004-2005). Sempat berkecimpung di Kelompok Kajian Sos-Pol ‘KEKAL’ dan Forum Koordinasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKKERMAPI) tahun 2003-2005, turut beraktivitas di KPSDM dan Balitbang KMPM (sekarang DKM FISIP UNPAD), di samping menulis buku serta diskusi di kelompok belajar Fursya-Rahbani Cibiru Bandung (2006).
Beberapa capaian — yang merupakan titik balik seorang Zainal Muttaqin — yang sempat dicicipinya adalah Juara Debat Logika se-FISIP (2003), Juara I LKTM Bidang Pendidikan sekaligus menjadi wakil UNPAD dalam kompetisi tingkat regional di Semarang (2005), Mahasiswa Berprestasi III FISIP (2005), Juara I plus Best Speaker Lomba Debat Mahasiswa se-Unpad BEM KEMA UNPAD (2006), dan mewakili UNPAD dalam Program ‘Dialog Kebangsaan’ di Halim Jakarta Timur (Agustus 2006). Penyenang warna pastel ini juga beberapa kali ikut serta dalam proyek riset dan penulisan di Bandung, Sumedang, dan Banten. Lelaki bertinggi 171 cm dan berbobot 58 kg ini masih berupaya memenuhi undangan menjadi pembicara dan moderator dalam pelbagai program dan kegiatan di Bandung, Sumedang, Garut, Serang, dan tempat lainnya hingga saat ini.
Setelah meninggalkan aktivitas menjadi Staff Pengajar di Lembaga Kursus Pendidikan dan Bahasa Inggris FEC Jatinangor, Kini bujangan yang pernah melakukan akad nikah di tahun 2004 ini, berupaya giat di BALITBANG Klub Riset dan Kajian Ilmu Pemerintahan ‘Greenlight Institute’ Jatinangor, dan menjadi kontributor seling di LKIB (Lingkar Keluarga Intelektual Banten) serta BANTEN INSTITUTE. Pada bulan oktober 2007, ditunjuk menjadi focal point Banten dalam Indonesian Youth Networking for Millennium Development Goals (IYN for MDGs). Awal Desember 2007, diamanahi menjadi wakil koordinator IYN for MDGs Bandung.
Di tanah kelahirannya pula, bungsu dari 7 bersaudara yang meyakini ‘you’re what you think’ ini, sedang merintis usaha di bidang sosial dan pendidikan. Sayang, kurang giat cari calon ibu untuk anak-anaknya kelak, walaupun syaratnya cukup minimal saja; bisa diajak 5B (Beribadah, Berpikir, Bekerja, Bercanda, dan Bercinta).
“Iqra”, itu kata pamungkasnya; andalan untuk menghidupi dunia dengan bahagia dan berharga. Kebahagiaanya jika ada yang berkenan belajar, bergerak, dan berdiskusi secara progressif tentang makna hakikat dan problematika umat Indonesia, atau sekedar bermain futsal bersama. ‘Remaja’ dengan nama panggilan sayang Adek ini dapat ditemui di 0815.722.38.588 atau www.kangzayn.multiply.com.

BURHANUDIN

burhannudin

Alumni Bina Siswa SMA Plus Cisarua ini pernah lulus seleksi dan diterima di 4 Universitas sekaligus yaitu IPB (ilmu tanah), UPI (Biologi),UNPAD (Teknik Pangan) dan Politeknik Kesehatan Bakti Husada (jurusan ilmu kesehatan masyarakat) namun ternyata bukan disana tempat keberuntungannya. Burhanudin malah merasa lebih beruntung karena bisa punya banyak pengalaman di luar negeri. Berikut ini Profil alumni yang pada September 2005 pernah magang di Malaysia, 2006 magang di Singapura dan sekarang sudah bekerja di Hotel Novotel World Trade Centre Dubai United Arab Emirates. burhanudin21


Nama : BURHANUDIN
Angkatan : VII (Tahun 2001/2002)
Asal Daerah : Kota Bogor
Status : Single
Pendidikan : D 3 Akademi Pariwisata Bandung
Telp: +971502948721

Prestasi Burhan ternyata tidak hanya ditunjukkan dengan masuknya ke Bina Siswa SMA Plus Cisarua Yayasan Darmaloka Provinsi Jawa Barat, tetapi di tempat kerja pun masih dapat berprestasi juga. Baru-baru ini ia terpilih untuk mewakili Accor Group hotel Timur Tengah dalam lomba tentang restaurant service se eropa , africa dan middle east yang diselenggarakan di Paris Perancis. Sebelum terpilih ia harus mengikuti interview Accor Regional Office Middle East, dari puluhan orang yang ikut, Burhan terpilih untuk mewakili mereka ke Eropa. Walau tidak berhasil menjadi pemenang tetapi bagi Burhan itu merupakan kesempatan langka, selain pengalaman yang di dapat ia juga bisa jalan-jalan gratis di Paris dengan biaya di tanggung Hotel Novotel tempat kerjanya.

01041211402

Tidak hanya itu, kesempatan emas untuk pergi umrah ke tanah suci Mekah pun telah didapatkannya, dan terlaksana pada bulan Ramadhan tahun 2008 yang baru lalu.

Tidak hanya itu, kesempatan emas untuk pergi umrah ke tanah suci Mekah pun telah didapatkannya, dan terlaksana pada bulan Ramadhan tahun 2008 yang baru lalu.

Pada saat dihubungi tanggal 5 Januari 2009, burhan menyatakan bahwa motivasi terbesarnya untuk bekerja dan berprestasi adalah kedua orang tuanya serta 5 orang adiknya yang masih tinggal di Bogor. Selalu terbersit dihatinya untuk bisa terus membantu perekonomian keluarga dan menyekolahkan adik-adiknya.

Obsesi kedepan, ia berharap perekonomian dunia membaik dan kariernya pun bisa terus membaik. Semoga….

Tidak lupa Burhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengurus dan Pelaksana Yayasan Darmaloka Provinsi Jawa Barat serta tentunya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah betul-betul membuktikan keseriusannya membantu biaya pendidikan anak-anak tidak mampu dan berprestasi di Jabar melalui Yayasan Darmaloka.